UNAMIN Lanjutkan Kajian AIK Ramadhan: Rektor Sampaikan Materi “Ciri-Ciri Amal Shaleh Diterima Allah”

SORONG — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) terus berusaha menghidupkan suasana religius sepanjang Ramadhan 1447 H dan memakmurkan masjid melalui rangkaian Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang digelar dua kali seminggu di Masjid Darul Ulum UNAMIN. Program ini merupakan inisiatif Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) bekerja sama dengan BKM masjid Darul ULUM, untuk memperkuat karakter Islami dan spirit kemuhammadiyahan di seluruh lini kampus.

Melalui undangan resmi yang ditujukan kepada seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, security, dan cleaning service, LPAIK kembali mengajak seluruh sivitas akademik UNAMIN untuk menghadiri kajian kedua yang akan dilaksanakan pada:

Hari: Kamis, 26 Februari 2026

Waktu: 12.30–14.00 WIT (Ba’da Zuhur)

Tempat: Masjid Darul Ulum UNAMIN

Pemateri: Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H. (Rektor UNAMIN

Tema: “Ciri-Ciri Amal Shaleh Diterima Allah”

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen UNAMIN untuk memakmurkan masjid dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan spiritualitas, integritas, dan budaya kerja Islami. Pelaksanaan kajian dilakukan bekerja sama dengan pengurus BKM Masjid Darul Ulum UNAMIN.

Antusiasme Kajian Perdana Menjadi Energi Lanjutan

Kajian perdana yang dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, menghadirkan Ustadz Akbar Sani, M.Pd., dengan tema “Kesederhanaan dalam Islam”. Kegiatan diawali dengan salat Zuhur berjamaah, tilawah Al-Qur’an, dan penyampaian materi yang disambut antusias oleh sivitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat sekitar kampus.

Antusiasme tersebut menjadi dorongan kuat bagi LPAIK untuk menghadirkan kajian lanjutan yang lebih memperkaya wawasan keislaman dan memperkuat ruh Ramadhan di lingkungan UNAMIN.

Pada kajian kedua ini, Bapak Akmal Ridwan, SM., MM., bertugas sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya menjadikan kajian Ramadhan sebagai ruang penyegaran ruhani dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperbaiki kualitas amal dan meningkatkan keikhlasan dalam bekerja serta berkontribusi bagi Amal Usaha Muhammadiyah.

Sesuai undangan resmi, kajian kedua menghadirkan Rektor UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., yang akan menyampaikan materi bertema “Ciri-Ciri Amal Shaleh Diterima Allah”. Kehadiran beliau sebagai pemateri diharapkan memberikan perspektif mendalam mengenai kualitas amal, keikhlasan, dan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan kehidupan akademik dan profesional di lingkungan kampus.

Dalam pemaparannya, Rektor UNAMIN menegaskan bahwa amal shaleh tidak akan bernilai tanpa fondasi takwa, karena takwa adalah syarat utama diterimanya amal. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Ayat ini mengingatkan bahwa takwa adalah bekal terbaik seorang muslim dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah akademik, sosial, dan profesional.

Untuk memperkuat pemahaman tentang takwa, Rektor mengutip pandangan dua tokoh besar Islam:

  • Umar bin Abdul Aziz berkata:“Takwa bukan memperbanyak puasa dan salat, tetapi meninggalkan apa yang Allah haramkan dan melaksanakan apa yang Allah wajibkan.” Pandangan ini menegaskan bahwa takwa adalah ketaatan menyeluruh, bukan sekadar ritual.
  • Ibnu Abbas r.a. menjelaskan makna takwa sebagai:“Takwa adalah takut kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan taat kepada-Nya.” Dalam riwayat lain beliau menambahkan bahwa takwa adalah menjaga diri dari azab Allah dengan menaati-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pengertian ini menekankan dimensi hati (khauf dan raja’), sekaligus dimensi amal (ketaatan dan menjauhi maksiat).

Untuk memperkuat urgensi takwa, Rektor juga menyampaikan hadis Nabi Muhammad ﷺ:

“Seseorang akan senantiasa berada dalam kebaikan selama ia bertakwa kepada Allah.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa keberkahan hidup, kemudahan urusan, dan diterimanya amal sangat bergantung pada kualitas takwa seseorang. Selama seorang hamba menjaga ketakwaannya, Allah akan membimbingnya kepada kebaikan dalam setiap langkah.

Materi ini diproyeksikan menjadi salah satu kajian yang paling dinantikan, mengingat urgensinya dalam membentuk pribadi muslim yang berintegritas, berorientasi pada amal saleh yang berkualitas, dan menjadikan takwa sebagai landasan setiap langkah.

Dengan pelaksanaan kajian yang terjadwal dua kali seminggu, UNAMIN menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas diri, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pemakmuran masjid. LPAIK mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berpartisipasi aktif sebagai bagian dari ibadah dan kontribusi terhadap Amal Usaha Muhammadiyah.