Baitul Arqam Dosen FT, FKIP, dan FEB UNAMIN Perkuat Ideologi Muhammadiyah, Integritas, dan Profesionalitas

Sorong, 31 Juli 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat ideologi Muhammadiyah, integritas, dan profesionalitas dosen melalui kegiatan Baitul Arqam Dosen Fakultas Teknik (FT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Ideologi, Integritas, dan Profesionalitas Dosen Menuju Universitas Muhammadiyah Sorong yang Unggul, Islami dan Berkemajuan” tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 29–31 Juli 2026, bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong.

Sebanyak 56 dosen dari Fakultas Teknik, FKIP, dan FEB mengikuti kegiatan Baitul Arqam ini. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat pemahaman dan penghayatan terhadap ideologi Muhammadiyah, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta meningkatkan komitmen dosen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Baitul Arqam menghadirkan Tim Instruktur dari Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSD) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang terdiri dari Moch. Irfan Islami, M.M., dan Lailatis Syarifah, Lc., M.A., serta Dr. Budi Santoso, M.Pd intruktur wilayah. Para instruktur memberikan penguatan mengenai ideologi Muhammadiyah, nilai-nilai perjuangan persyarikatan, keislaman, kaderisasi, serta peran strategis dosen dalam membangun Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.

Rektor Tekankan Pentingnya Penguatan Ideologi Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong Bapak H. Muhammad Ali, M.M., M.H menekankan bahwa penguatan ideologi Muhammadiyah merupakan aspek yang sangat penting bagi seluruh dosen yang mengabdikan diri di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Menurut Rektor, dosen di Universitas Muhammadiyah Sorong tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik dan profesionalitas yang tinggi. Lebih dari itu, dosen harus memiliki pemahaman, keyakinan, dan komitmen yang kuat terhadap ideologi serta nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah. Hal tersebut menjadi penting agar setiap aktivitas akademik dan pengabdian yang dilakukan di lingkungan universitas tetap memiliki landasan nilai yang sejalan dengan visi dan misi Persyarikatan Muhammadiyah.

Rektor berharap Baitul Arqam dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali ideologi Muhammadiyah dalam diri setiap dosen, sehingga nilai-nilai Muhammadiyah tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam sikap, perilaku, kepemimpinan, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kehidupan sehari-hari.

“Baitul Arqam ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali ideologi Muhammadiyah. Dosen yang berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sorong bukan hanya memiliki tanggung jawab akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan ideologis untuk menjaga, mengembangkan, dan meneruskan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah,” tegas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa ideologi merupakan fondasi utama dalam membangun Universitas Muhammadiyah Sorong. Penguatan ideologi akan menjadi dasar dalam membentuk dosen yang memiliki integritas, loyalitas terhadap persyarikatan, profesional dalam menjalankan tugas, serta mampu menjadi teladan bagi mahasiswa dan masyarakat.

Menurutnya, di tengah perubahan zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi, dosen Muhammadiyah harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial harus dihadapi dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan ideologi Muhammadiyah.

“Semakin besar tantangan yang kita hadapi, semakin penting bagi kita untuk memperkuat ideologi. Kita ingin dosen Universitas Muhammadiyah Sorong menjadi insan akademik yang maju dalam keilmuan, tetapi tetap kokoh dalam nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah,” lanjutnya.

Rektor juga berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Baitul Arqam dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan akademik. Para dosen diharapkan mampu menjadi role model dalam membangun budaya akademik yang Islami, berintegritas, profesional, dan berkemajuan.

Baitul Arqam sebagai Penguatan Jati Diri Dosen Muhammadiyah

Pelaksanaan Baitul Arqam selama tiga hari tidak hanya diarahkan pada peningkatan pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para dosen untuk memahami kembali posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sivitas akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Para peserta mendapatkan berbagai penguatan mengenai ideologi Muhammadiyah, nilai-nilai Islam, kaderisasi, kepemimpinan, integritas, profesionalitas, serta peran dosen dalam pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan semakin memahami bahwa menjadi bagian dari Universitas Muhammadiyah Sorong bukan semata-mata menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan perjuangan Muhammadiyah melalui jalur pendidikan.

Penguatan ideologi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, sehingga aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dapat berjalan secara selaras dengan nilai dan tujuan Persyarikatan.

Dengan terselenggaranya Baitul Arqam Dosen FT, FKIP, dan FEB, Universitas Muhammadiyah Sorong menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ideologi Muhammadiyah yang kuat, integritas yang kokoh, dan profesionalitas yang tinggi.

Penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Universitas Muhammadiyah Sorong sebagai perguruan tinggi yang unggul, Islami, dan berkemajuan, sekaligus mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.