Unlocking Gen-Z Potential: Menumbuhkan Growth Mindset dalam Horizon Islam Berkemajuan.

PKKMB UNAMIN SORONG, Jumat, 28 Agustus 2026. Ketua Lembaga Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyhan, Assoc. Prof. Dr. Arie Anang Setyo, M.Pd, di dampingi Akmal Ridwan, SM., M.M, Mendorong Mahasiswa Bertumbuh, Beradaptasi, Menghargai Keberagaman, dan Berdampak.

Generasi Z bukan sekadar generasi yang tumbuh bersama teknologi. Mereka adalah generasi yang memiliki potensi besar untuk menjadi pembelajar, inovator, dan penggerak perubahan. Namun, potensi tersebut membutuhkan pola pikir yang tepat agar tidak berhenti pada kemampuan individual, melainkan berkembang menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat inilah yang menjadi fokus dalam materi “Unlocking Gen-Z Potential: Growth Mindset dalam Horizon Islam Berkemajuan” pada rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) Tahun 2026. Materi ini mengajak mahasiswa baru untuk memandang proses belajar, kegagalan, perubahan, dan tantangan sebagai bagian penting dari perjalanan menuju perkembangan diri.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa menjadi generasi berkemajuan membutuhkan keberanian untuk terus melakukan upgrade terhadap diri sendiri. Analogi sederhana yang digunakan adalah pembaruan sistem operasi pada smartphone. Sebagaimana perangkat digital membutuhkan pembaruan agar semakin kuat dan relevan, manusia juga membutuhkan proses pembaruan pola pikir, pengetahuan, keterampilan, dan tindakan.

“Spirit Tajdid = Continuous Upgrade.”

Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa Generasi Z yang hidup dalam dunia yang bergerak cepat. Menolak perubahan dapat menyebabkan seseorang stagnan dan tertinggal, sementara keterbukaan terhadap pembelajaran akan melahirkan pribadi yang adaptif dan terus berkembang.

Mengenalkan AIK Multikultural: Islam yang Mencerahkan dan Menghargai Keberagaman

Momentum PKKMB UNAMIN 2026 juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan pelaksanaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Multikultural di Universitas Muhammadiyah Sorong.

AIK Multikultural hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menempatkan keberagaman sebagai realitas yang harus dipahami, dihargai, dan dijadikan kekuatan untuk membangun kehidupan kampus yang harmonis. Dalam konteks UNAMIN Sorong yang berada di Tanah Papua dengan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama, pelaksanaan AIK Multikultural memiliki posisi yang sangat strategis.

AIK Multikultural di UNAMIN Sorong bertujuan untuk mengenalkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin, yaitu Islam yang membawa nilai kasih sayang, kedamaian, kemanusiaan, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh manusia.

Namun demikian, pelaksanaan AIK Multikultural di UNAMIN Sorong bukan dimaksudkan sebagai proses doktrinasi ataupun kegiatan islamisasi terhadap mahasiswa yang memiliki latar belakang agama berbeda. Sebaliknya, AIK Multikultural diarahkan untuk membangun pemahaman, sikap saling menghormati, serta kesadaran bahwa setiap mahasiswa memiliki hak dan kebebasan untuk menjalankan keyakinan agamanya.

Orientasi utamanya adalah menghadirkan pendidikan yang mampu memperkuat karakter spiritual dan moral seluruh mahasiswa, sehingga setiap mahasiswa diharapkan semakin taat dan bertanggung jawab terhadap ajaran agama masing-masing.

Dengan demikian, nilai Islam Berkemajuan yang dikembangkan di UNAMIN Sorong tidak berhenti pada pengajaran di ruang kelas, tetapi hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, toleransi, dialog, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

Seluruh Ruang UNAMIN Menjadi Laboratorium Multikultural

Pelaksanaan AIK Multikultural di UNAMIN Sorong tidak hanya berlangsung melalui mata kuliah atau kegiatan formal. Kampus dipandang sebagai ruang belajar bersama untuk membangun pengalaman multikultural secara nyata.

Kelas, selasar kampus, kantin, halaman, ruang organisasi mahasiswa, hingga berbagai ruang interaksi lainnya menjadi tempat untuk mengembangkan keterampilan multikultural mahasiswa.

Di ruang-ruang tersebut mahasiswa belajar untuk bertemu dengan orang yang berbeda latar belakang, berdialog dengan perspektif yang beragam, bekerja sama dalam perbedaan, serta membangun rasa saling percaya.

Karena itu, pendidikan multikultural di UNAMIN Sorong bukan sekadar konsep yang dipelajari dalam teori, melainkan menjadi pengalaman hidup yang dipraktikkan setiap hari.

Mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk mengetahui bahwa Indonesia adalah bangsa yang beragam, tetapi juga dilatih untuk memiliki kemampuan nyata dalam menghadapi keberagaman tersebut.

Kemampuan tersebut mencakup:

  • menghargai perbedaan agama dan keyakinan;
  • menghormati keberagaman suku, budaya, dan bahasa;
  • membangun komunikasi yang inklusif;
  • mengembangkan empati terhadap orang lain;
  • mampu bekerja sama dalam lingkungan yang beragam;
  • menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang konstruktif; serta
  • menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk menciptakan kemajuan bersama.

Dari Fixed Mindset Menuju Growth Mindset

Semangat multikultural tersebut sejalan dengan konsep growth mindset yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru. Mahasiswa diajak untuk meninggalkan pola pikir tetap (fixed mindset) dan mulai membangun pola pikir bertumbuh.

Dalam paradigma ini, kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses belajar. Perbedaan bukan ancaman, tetapi kesempatan untuk memperluas perspektif. Tantangan bukan alasan untuk berhenti, tetapi ruang untuk menemukan potensi terbaik dalam diri.

Semangat tersebut diwujudkan melalui tujuh langkah perkembangan diri:

THINK → TRY → FAIL → FEEDBACK → REFLECT → ADAPT → GROW

Mahasiswa diajak untuk berani berpikir, mencoba, tidak takut melakukan kesalahan, terbuka terhadap masukan, melakukan refleksi, memperbaiki strategi, dan akhirnya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Islam Berkemajuan: Ilmu yang Melahirkan Amal dan Manfaat

Growth mindset dalam perspektif Islam Berkemajuan tidak berhenti pada ambisi untuk menjadi pribadi sukses secara individual. Lebih dari itu, pertumbuhan diri harus bermuara pada kebermanfaatan sosial.

Mahasiswa didorong untuk memahami sebuah orientasi penting:

Ilmu → Amal → Perubahan → Manfaat

Semangat tersebut mengajak mahasiswa agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam konteks kehidupan multikultural, kebermanfaatan tersebut juga diwujudkan melalui kemampuan mahasiswa untuk hadir sebagai generasi yang membawa kedamaian, membangun persaudaraan, serta mampu bekerja sama dengan siapa pun dalam kebaikan dan kemajuan.

Resiliensi: Bertumbuh Bersama Tantangan

Dalam perjalanan menjadi generasi unggul, tantangan tentu tidak dapat dihindari. Karena itu, materi ini juga menekankan pentingnya resiliensi dan kesehatan mental.

Mahasiswa diajak untuk memaknai kesulitan bukan sebagai alasan untuk berhenti, melainkan sebagai peluang untuk bertumbuh. Dengan iman yang kokoh, kemampuan mengenali keterbatasan diri, keberanian mencari dukungan, serta semangat untuk bangkit, setiap tantangan dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan.

Setiap kesulitan adalah peluang tumbuh. Growth mindset dimulai dari iman yang kokoh.

Dari Penonton Menjadi Penggerak Perubahan

Sebagai generasi digital, mahasiswa UNAMIN juga didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi atau penonton perubahan. Mereka harus mampu menjadi pencipta gagasan, inovator, sekaligus penggerak perubahan positif.

Melalui proyek digital yang diberikan, mahasiswa ditantang untuk membuat video kreatif berdurasi 2–3 menit tentang persoalan yang dekat dengan kehidupan Generasi Z dan menunjukkan bagaimana growth mindset serta nilai Islam Berkemajuan dapat mendorong perubahan positif.

Berbagai tema dapat diangkat, mulai dari keberanian menghadapi kegagalan, dakwah digital, kepedulian lingkungan, pemanfaatan AI secara bijak, hingga semangat membangun kehidupan yang harmonis dalam keberagaman.

UNAMIN Berkemajuan: Bertumbuh Bersama dalam Keberagaman

Pada akhirnya, pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sorong tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Lebih dari itu, UNAMIN ingin menghadirkan generasi yang memiliki karakter, keterampilan, spiritualitas, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan hidup dalam masyarakat yang beragam.

AIK Multikultural menjadi salah satu ikhtiar penting untuk membangun kampus sebagai ruang perjumpaan yang sehat dan produktif. Sebuah ruang di mana mahasiswa dapat bertumbuh bersama tanpa kehilangan identitas, menjalankan keyakinannya dengan penuh tanggung jawab, sekaligus menghormati keyakinan orang lain.

Karena kampus bukan hanya tempat memperoleh ijazah.

Kampus adalah ruang untuk belajar menjadi manusia.

Manusia yang mampu berpikir terbuka.
Manusia yang berani belajar dari perbedaan.
Manusia yang terus bertumbuh menghadapi tantangan.
Manusia yang taat terhadap nilai-nilai agamanya.
Dan manusia yang hadir untuk memberikan manfaat bagi sesama.