SORONG — Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN SORONG) kembali menyelenggarakan Pengajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi pimpinan, dosen, staf/tendik, security, dan cleaning service (CS) di lingkungan UNAMIN. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 08.30–10.00 WIT, bertempat di Masjid Darul Ulum Universitas Muhammadiyah Sorong.
Pengajian kali ini menghadirkan Dr. Agus Sukrisman, ST., M.Ag. sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Teologi Iqro”. Kegiatan diikuti oleh warga kampus dengan suasana yang interaktif dan reflektif.
Tema Teologi Iqro mengajak peserta untuk melihat perintah membaca (iqra’) bukan semata-mata sebagai aktivitas membaca teks, tetapi sebagai cara pandang dalam menjalani kehidupan. Membaca dalam perspektif tersebut mencakup kemampuan manusia untuk memahami ayat-ayat Allah, membaca realitas kehidupan, membaca perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menerjemahkan hasil pembacaan tersebut ke dalam tindakan yang memberikan kemanfaatan. Ustad Agus Juga menyampaikan agar dengan semakin membaca kita akan semakin dengan dengan Allah, dan setiap membaca menghadirkan Allah.
Dalam penyampaiannya, pemateri mengarahkan peserta untuk memahami bahwa aktivitas membaca memiliki keterkaitan erat dengan cahaya, pengetahuan, kesadaran manusia, tujuan hidup, dan amal. Dengan demikian, iqra’ tidak berhenti pada proses memperoleh informasi, tetapi dilanjutkan dengan proses memahami, menganalisis, mengambil hikmah, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.
Iqro sebagai Fondasi Tradisi Keilmuan
Pesan penting dari tema tersebut adalah perlunya membangun tradisi iqra’ di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Kampus tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun manusia yang memiliki kesadaran intelektual, spiritual, dan sosial.
Bagi dosen dan tenaga kependidikan, semangat iqra’ dapat diwujudkan melalui kebiasaan belajar sepanjang hayat, keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kemampuan membaca perubahan zaman, serta kesediaan melakukan refleksi terhadap praktik pendidikan dan pelayanan akademik.
Sementara bagi institusi, Teologi Iqro dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang berbasis ilmu, nilai, dan amal. Pengetahuan yang diperoleh warga kampus diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan individual, tetapi memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Membaca Ayat Allah dan Realitas Kehidupan
Dalam konteks Muhammadiyah, semangat iqra’ memiliki relevansi kuat dengan gerakan tajdid dan pengembangan ilmu pengetahuan. Membaca Al-Qur’an dan Sunnah berjalan bersama dengan membaca realitas sosial, perkembangan sains dan teknologi, serta berbagai persoalan kemanusiaan.
Karena itu, iqra’ dapat dipahami sebagai proses yang menghubungkan wahyu, akal, ilmu, dan amal. Seorang insan yang membaca bukan hanya dituntut mengetahui, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bernilai dan bermanfaat.
Pesan ini menjadi semakin relevan bagi perguruan tinggi di tengah perubahan zaman yang ditandai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Warga kampus dituntut tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu membaca secara kritis, memilah informasi, mengembangkan pengetahuan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Memperkuat Budaya AIK di UNAMIN
Kegiatan Pengajian AIK yang diselenggarakan LPAIK UNAMIN tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan kampus.
Kehadiran pimpinan, dosen, staf/tendik, security, dan CS menunjukkan bahwa penguatan AIK tidak hanya menjadi tanggung jawab kelompok tertentu, tetapi merupakan bagian dari budaya bersama seluruh warga universitas.
Melalui tema Teologi Iqro, warga UNAMIN diajak untuk menjadikan aktivitas membaca sebagai budaya: membaca wahyu, membaca ilmu, membaca alam, membaca realitas sosial, membaca perubahan zaman, dan membaca diri sendiri. Selanjutnya, hasil pembacaan tersebut diarahkan menjadi pengetahuan, kesadaran, dan amal nyata.
Dengan demikian, iqra’ bukan sekadar perintah untuk membaca, melainkan sebuah etos kehidupan seorang pembelajar: membaca dengan kesadaran ketuhanan, berpikir dengan keluasan ilmu, dan beramal untuk menghadirkan kemanfaatan. Beliau Juga Menyampaikan Bahwa kita harus mengenal diri kita, dengan mengenal diri kita maka kita akan mengenal Pencipta Kita.
LPAIK UNAMIN — Membaca, Memahami, Mengamalkan.
Caption Foto

Foto 1: Pemateri Pengajian AIK UNAMIN, Dr. Agus Sukrisman, ST., M.Ag., menyampaikan materi bertema “Teologi Iqro” di Masjid Darul Ulum Universitas Muhammadiyah Sorong, Sabtu (19/9/2026).

Foto 2: Peserta Pengajian AIK dari unsur pimpinan, dosen, staf/tendik, security, dan CS UNAMIN mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.


Foto 3: Peserta perempuan mengikuti rangkaian Pengajian AIK di Masjid Darul Ulum UNAMIN.