
Sorong, 16 Oktober 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melalui Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) terus memperkuat pembinaan keislaman mahasiswa melalui kegiatan Tahsin Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, pukul 07.45–09.00 WIT.
Kegiatan Tahsin pada Jumat, 16 Oktober 2026, diikuti oleh 20 mahasiswa dan berlangsung dalam suasana khidmat, interaktif, serta penuh semangat. Kegiatan dipandu langsung oleh Ketua LPAIK Universitas Muhammadiyah Sorong, Assoc. Prof. Dr. Arie Anang Setyo, M.Pd.
Kegiatan diawali dengan pembacaan dan penyimakan Surah Al-A’raf ayat 46–49. Setelah membaca ayat secara bersama-sama, mahasiswa diajak memahami kandungan ayat melalui kajian tafsir, sehingga kegiatan Tahsin tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memahami pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Tadabur Al-Qur’an: Membaca, Memahami, dan Mengamalkan
Setelah kajian tafsir, kegiatan dilanjutkan dengan tadabur ayat. Mahasiswa diajak merefleksikan pesan Surah Al-A’raf ayat 46–49 dalam kehidupan sehari-hari.
Ayat-ayat tersebut mengingatkan manusia tentang adanya pemisah (hijab) antara penghuni surga dan penghuni neraka, serta menggambarkan dialog dan keadaan manusia yang memperoleh maupun kehilangan keselamatan. Pesan tersebut menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa agar senantiasa meningkatkan kualitas iman, memperbaiki amal, dan menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk mempersiapkan kehidupan akhirat.
Dalam proses tadabur, mahasiswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pemahaman, pertanyaan, dan refleksi terhadap kandungan ayat. Pendekatan ini menjadikan kegiatan Tahsin lebih bermakna karena mengintegrasikan kemampuan membaca, memahami, merenungkan, dan mengimplementasikan nilai Al-Qur’an.
Memperkuat Makharijul Huruf
Selain kajian ayat dan tafsir, kegiatan juga diisi dengan pembahasan makharijul huruf, yaitu tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah ketika dilafalkan.
Mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai pentingnya ketepatan pengucapan huruf dalam membaca Al-Qur’an. Kesalahan dalam makhraj dapat memengaruhi ketepatan bunyi bahkan makna suatu lafaz. Oleh karena itu, peserta dilatih untuk memperhatikan posisi dan cara kerja organ bicara ketika mengucapkan huruf-huruf hijaiyah.
Pembelajaran dilakukan secara langsung melalui contoh bacaan dan praktik mahasiswa. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan pelafalan secara langsung dan memperbaiki kesalahan bacaan.
Membangun Budaya Qur’ani di Lingkungan Kampus
Ketua LPAIK UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. Arie Anang Setyo, M.Pd., dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa. Tahsin tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan untuk memperbaiki kemampuan membaca, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, kedisiplinan, spiritualitas, dan budaya Qur’ani di lingkungan kampus.
Pelaksanaan Tahsin secara rutin setiap Jumat menjadi bagian dari upaya UNAMIN dalam memperkuat implementasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kehidupan akademik mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 75 menit, dari pukul 07.45 hingga 09.00 WIT, tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan yang konsisten bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman keislaman.
Dengan jumlah peserta yang terus dibina secara berkelanjutan, kegiatan Tahsin diharapkan mampu melahirkan mahasiswa UNAMIN yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, akhlak yang baik, kemampuan membaca Al-Qur’an yang benar, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

LPAIK UNAMIN — Membaca Al-Qur’an dengan benar, memahami maknanya, mentadaburinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan.