SORONG, 17 Oktober 2026 – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) terus memperkuat pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui kegiatan Pengkajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Program Tahsin Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026) di Masjid Darul Ulum UNAMIN, Kota Sorong.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–10.00 WIT ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an bagi pimpinan, dosen, staf dan tenaga kependidikan, petugas keamanan (security), serta petugas kebersihan (cleaning service) di lingkungan UNAMIN. Kegiatan tersebut mengacu pada surat Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) UNAMIN Nomor 139/II.3.AU/IV.3/A/2026 tanggal 16 Oktober 2026 tentang Lanjutan Tes Mengaji dan Hafalan. SURAT KAJIAN
Tahsin Al-Qur’an Dirangkaikan dengan Pengecekan Bacaan dan Hafalan
Pelaksanaan Tahsin Al-Qur’an kali ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas bacaan, tetapi juga dirangkaikan dengan pengecekan bacaan dan hafalan Al-Qur’an bagi dosen dan tenaga kependidikan secara berkelompok dengan pendampingan fasilitator tahsin.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara bergantian, menyimak bacaan rekan satu kelompok, serta memperoleh koreksi dan arahan dari pendamping. Pengecekan ini menjadi bagian penting untuk mengetahui kemampuan peserta sekaligus mengidentifikasi aspek bacaan dan hafalan yang masih perlu ditingkatkan.
Pembinaan secara berkelompok juga mendorong terciptanya suasana belajar yang interaktif, kolaboratif, dan saling menguatkan. Peserta tidak hanya berlatih memperbaiki makharijul huruf dan penerapan hukum tajwid, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga hafalan serta meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an.
Kegiatan ini melibatkan fasilitator yang telah ditetapkan oleh LPAIK UNAMIN, yaitu Dr. Agus Sukrisman, S.T., M.Ag.; Dr. Arie Anang Setyo, M.Pd.; Akmal Ridwan, S.M., M.M.; M. Rizal Taryono, S.Pd., M.Pd.; dan Sundari, S.Pd., M.Pd. Nama-nama tersebut tercantum dalam lampiran surat undangan kegiatan. SURAT KAJIAN
Tadabur Surah Al-An’am Ayat 31–41: Memperkuat Keimanan dan Kesadaran akan Kekuasaan Allah
Selain pembinaan bacaan dan hafalan, kegiatan ini juga diisi dengan tadabur Al-Qur’an, khususnya Surah Al-An’am ayat 31–41. Ayat-ayat tersebut mengandung pesan mendalam tentang kehidupan akhirat, hakikat kehidupan dunia, keteguhan dalam menghadapi ujian, tanda-tanda kekuasaan Allah, serta pentingnya kembali kepada-Nya.
Pertama, kesadaran tentang kehidupan akhirat (ayat 31–32). Ayat-ayat ini mengingatkan manusia agar tidak mendustakan perjumpaan dengan Allah dan tidak terlena oleh kehidupan dunia. Kehidupan dunia memiliki nilai ketika dijalani dengan keimanan dan amal saleh. Pesan ini mengajak sivitas akademika UNAMIN untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan pembinaan spiritual serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari pengabdian yang bernilai ibadah.
Kedua, keteguhan dan kesabaran dalam menyampaikan kebenaran (ayat 33–35). Ayat-ayat ini memberikan pelajaran tentang kesabaran Rasulullah saw. dalam menghadapi penolakan dan pendustaan. Keteguhan tersebut menjadi teladan bagi setiap Muslim untuk tetap berpegang pada kebenaran, bersikap sabar, dan konsisten dalam menjalankan amanah serta menyampaikan kebaikan.
Ketiga, memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah (ayat 36–39). Ayat-ayat ini mengingatkan manusia tentang pentingnya menerima petunjuk Allah dan merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Dalam konteks kehidupan perguruan tinggi, pesan tersebut mendorong sivitas akademika untuk terus belajar, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menggunakan akal secara bertanggung jawab dengan tetap berlandaskan nilai-nilai ketuhanan.
Keempat, menyadari keterbatasan manusia dan kembali kepada Allah (ayat 40–41). Ayat-ayat ini mengajak manusia merenungkan kepada siapa mereka akan memohon pertolongan ketika menghadapi kesulitan. Pesan utamanya adalah bahwa manusia hendaknya tidak hanya mengandalkan kemampuan dirinya, tetapi juga menyadari ketergantungannya kepada Allah Swt., memohon pertolongan-Nya, dan memperkuat keimanan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Melalui tadabur Surah Al-An’am ayat 31–41, peserta diajak untuk memahami bahwa membaca Al-Qur’an perlu disertai usaha menggali makna dan mengamalkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an diharapkan berjalan seiring dengan penguatan keimanan, akhlak, dan tanggung jawab moral.
Membangun Budaya Qur’ani di Lingkungan Kampus
Program Tahsin Al-Qur’an merupakan bagian dari upaya UNAMIN untuk memperkuat pelaksanaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta membangun budaya religius di lingkungan perguruan tinggi.
Keterlibatan dosen dan tenaga kependidikan dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur universitas. Kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an perlu terus dikembangkan seiring dengan pelaksanaan tugas akademik, administratif, dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pembinaan berkelompok, pendampingan tahsin, pengecekan bacaan dan hafalan, serta tadabur ayat-ayat Al-Qur’an, diharapkan tumbuh kebiasaan untuk saling mengingatkan, belajar bersama, dan memperbaiki kualitas ibadah secara berkelanjutan.
Upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan karakter sivitas akademika UNAMIN agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan profesional, membangun hubungan yang harmonis, serta menjalankan amanah dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
LPAIK UNAMIN Perkuat Pembinaan Al-Qur’an secara Berkelanjutan
Melalui program Tahsin Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan pengecekan bacaan dan hafalan serta tadabur Surah Al-An’am ayat 31–41, LPAIK UNAMIN terus mendorong peningkatan kualitas keberagamaan warga kampus.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan satu agenda, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Dengan pendampingan yang terarah, dosen dan tenaga kependidikan diharapkan semakin baik dalam membaca Al-Qur’an, mampu menjaga hafalan, dan semakin memahami kandungan ayat-ayat yang dipelajari.
Pada akhirnya, pembinaan Tahsin Al-Qur’an bukan sekadar upaya memperbaiki bacaan, melainkan juga ikhtiar membangun pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Melalui penguatan AIK yang berkelanjutan, UNAMIN berkomitmen membangun budaya kampus yang memadukan keunggulan akademik dengan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
